:: Puspen TNI Resmi Tanggapi Iwan Bopeng, Perbuatannya Dilakukan Tidak Hanya di Satu TPS || Posting Bantuan Banjir, Fanspage DivHumasPolri Diserbu Komentar Miring || Prof. Yusril: Mudah-Mudahan Keterangan Saya Bisa Hentikan Kasus Habib Rizieq Petik Hikmah 2017 :: Petik Hikmah: Berita

Ads

Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Comments

Facebook

Elegant Themes

Ad Home

Breaking News

Design

Random Posts

Recent Posts

Header Ads

Featured
Most Popular

Lorem

Lorem Ipsum

Beauty

Lorem Ipsum

About This Blog

Follow us on facebook

Featured

About Me

Business

Advertisement

Follow Us

Sponsor

Popular Posts

Services

Featured Video

I Am The Author

Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Monday, March 6, 2017

Mesir Buka Gerbang Rafah Selama Tiga Hari

- No comments

 Gerbang penyeberan Rafah. (felesteen.ps)

Petik Hikmah - Gaza. Pemerintah Mesir pada Senin, (06/03/2017) hari ini, membuka pintu gerbang Rafah secara “luar biasa” untuk kedua pihak, Mesir dan Jalur Gaza. Pembukaan gerbang Rafah ini hanya diperuntukkan bagi keperluan kemanusian dan pemulangan orang-orang terdampar.
Sumber dari otoritas perbatasan dan penyeberangan, bagian dari Departemen Dalam Negeri di Gaza, mengatakan, “Pada pagi hari ini, Senin, pemerintah Mesir membuka gerbang perbatasan Rafah untuk kedua belah pihak selama tiga hari.”
Pembukaan tersebut, menurut otoritas perbatasan dan penyeberangan, hanya dikhususkan bagi keperluaan kemanusiaan. Seperti penderita sakit, mahasiswa, serta pemegang residensi dan paspor asing.

Koresponden Anadolu Agency melaporkan, sejak Senin dini hari tadi ratusan orang terlihat telah mengantri di sisi Palestina. Sedangkan otoritas penyeberangan dan perbatasan di Gaza mengatakan, jumlah terdaftar untuk keperluan kemanusiaan mencapai 16000 orang.
Gerbang perbatasan darat Rafah yang menghubungkan antara Mesir dan Jalur Gaza telah ditutup secara permanen sejak tahun 2013. Dan hanya dibuka dengan interval tertentu atau dalam situasi darurat. (whc/aa.tr/dakwatuna)

WANITA PENYEMPURNA SEPARUH AGAMA Oleh: Haeriah Syamsuddin Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi) Manusia yang secara fitrah terlahir dengan hawa nafsu termasuk nafsu syahwat sering kali menjadikan nafsu tersebut di atas segalanya. Lihatlah bagaimana perzinaan yang kini semakin banyak terjadi di sekitar kita. Setiap saat kita disuguhkan berita ditemukannya seorang maupun jasad bayi yang dibuang begitu saja oleh orang tuanya. Sangat besar kemungkinan bayi-bayi yang tak berdosa itu hasil dari perzinahan. Na’udzubillah min dzalik. Karena itulah, pernikahan merupakan salah satu jalan untuk meredam nafsu syahwat seseorang. Menikah merupakan salah satu ibadah yang mempunyai keutamaan yang sangat besar. Bahkan sebagaimana dikatakan pada hadits di atas, keutamaan menikah sama dengan menyempurnakan separuh agama seseorang. Sebuah keutamaan yang tidak diperoleh dari ibadah lainnya. Dan setelah menikah, Allah kemudian memerintahkan keduanya bertaqwa pada separuh yang lainnya. Mengisi hari-hari pernikahan dan biduk rumah tangga dengan penuh ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menjalankan tugas dan peranan masing-masing sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh syariat. Para ulama menyebutkan bahwa ada dua hal yang menjadi penyebab utama rusaknya agama seseorang. Pertama, adalah kemaluan kedua adalah perut. Perusak agama lewat kemaluan adalah zina sementara perusak agama lewat perut adalah ketamakan atau keserakahan. Perusak agama yang pertama dapat diatasi dengan menikah. Menikah dapat menjadi perisai dan benteng yang akan menjaga seseorang dari melakukan kemaksiatan dengan kemaluannya. Karena pernikahan akan mengatasi keinginan-keinginan yang buruk juga serta lonjakan-lonjakan gejolak syahwat. Selain itu menikah akan menjaga serta meneduhkan pandangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya ia masuk Surga: Apa yang terdapat di antara kedua tulang dagunya (mulutnya) dan apa yang berada di antara kedua kakinya (kemaluannya).” (HR. At-Tirmidzi). Wanita Pilihan Penyempurna Separuh Agama Agar dapat menyempurnakan separuh agama yang lain, seorang muslim haruslah mencari pasangan yang dapat membantunya mewujudkan hal tersebut. Pasangan yang mempunyai kesamaan visi dan misi, membangun bahtera rumah tangga demi mencapai Jannah-Nya. Aamiin. Tentu saja tidak semua wanita pantas untuk dinikahi. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh wanita-wanita tersebut agar dapat menjadi wanita penyempurna separuh agama. Memiliki Pemahaman dan Pengamalan Agama yang Baik Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,: “Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim) Boleh saja memilih wanita berdasarkan kecantikannya atau karena hartanya atau karena martabatnya. Namun yang lebih utama dari semua itu adalah memilih wanita dari segi agamanya. Karena seorang wanita yang unggul dari segi agama serta mengamalkan pemahamannya itu, insya Allah akan menghantar dan membawa suaminya kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wanita seperti ini akan mengurus dan memerhatikan suaminya ketika ia ada bersamanya. Ia akan menjaga harta serta kehormatan diri dan suaminya ketika suaminya tidak ada. Ia akan senantiasa membuat suaminya ridha ketika suaminya marah. Ia akan mentaati suaminya ketika diperintah dan senantiasa berbuat baik serta berbakti kepada suaminya. Wanita seperti ini akan menjadi perisai dan benteng yang senantiasa siap dan sedia mengingatkan suaminya agar senantiasa meniti jalan mardhatillah, jalan yang diridhai Allah. Agar kebersamaan bukan hanya sekadar di dunia namun berlanjut di akhirat kelak. Memiliki Sifat Malu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” Wanita diciptakan memiliki rasa malu yang besar. Sayangnya, di zaman ini rasa malu itu sudah semakin langka dan terkikis dengan dalih emansipasi, persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Tanpa malu, wanita ikut maju dan tampil mengambil tempat dan bagian yang sedianya hanya cocok untuk laki-laki. Bila sudah begitu maka rasa malu yang merupakan sunnah seorang wanita akan ditepis dan disisihkan. Seorang wanita yang memiliki dan memelihara rasa malu adalah wanita yang terbaik. Rasa malu akan membuatnya menjaga kehormatannya. Rasa malu juga akan menghalanginya untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Rasa malu akan menjaga dirinya dari bergaul dengan lawan jenis, menampakkan perhiasannya selain kepada suaminya. Sikap ini akan membuat suaminya kelak merasakan ketenangan dan kebahagiaan karena menyadari kalau istrinya seutuhnya hanya miliknya dan terjaga dari pandangan dan jamahan laki-laki asing. Betah Tinggal di Rumah Allah Ta’ala berfirman, “Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33). Wanita diciptakan dan ditakdirkan untuk lebih banyak berdiam di rumah. Rumah adalah hijab, pelindung terbaik bagi seorang wanita. Wanita yang lebih banyak berdiam di rumah akan lebih selamat dan terhindar dari fitnah. Wanita seperti ini juga dapat menyelamatkan masyarakat, utamanya laki-laki dari godaaan fitnah wanita yang mana fitnah terbesar seorang laki-laki adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya” (HR Ibnu Khuzaimah) Penyayang Dan Subur “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’i dan Abu Dawud) Salah satu alasan menikah adalah adanya keinginan untuk memeroleh keturunan. Islam tidak melarang hal tersebut bahkan sangat menganjurkan. Dari sebuah pernikahan diharapkan lahirlah generasi kaum muslimin yang siap membawa panji-panji tauhid di muka bumi ini. Karenanya Rasulullah menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur agar nantinya ia dapat melahirkan putra putri pelanjut generasi muslim. Baik Nasabnya Mengetahui nasab seseorang yang akan menjadi pasangan kita merupakan hal yang penting untuk diketetahui. Sebuah keluarga memiliki peranan yang besar dalam membentuk karakter, akhlak, keilmuan bahkan keimanan seseorang. Seorang wanita yang tumbuh dalam lingkungan yang islami biasanya akan terbentuk menjadi wanita shalihah dibanding wanita yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak atau kurang islami. Menjadi wanita penyempurna separuh agama memang bukanlah hal yang mudah. Namun jika semuanya dikerjakan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah semata maka semua akan terasa ringan. Semoga Allah senantiasa memudahkan niat-niat kita. Aamiin.[]

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/wanita-penyempurna-separuh-agama/ .
WANITA PENYEMPURNA SEPARUH AGAMA Oleh: Haeriah Syamsuddin Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi) Manusia yang secara fitrah terlahir dengan hawa nafsu termasuk nafsu syahwat sering kali menjadikan nafsu tersebut di atas segalanya. Lihatlah bagaimana perzinaan yang kini semakin banyak terjadi di sekitar kita. Setiap saat kita disuguhkan berita ditemukannya seorang maupun jasad bayi yang dibuang begitu saja oleh orang tuanya. Sangat besar kemungkinan bayi-bayi yang tak berdosa itu hasil dari perzinahan. Na’udzubillah min dzalik. Karena itulah, pernikahan merupakan salah satu jalan untuk meredam nafsu syahwat seseorang. Menikah merupakan salah satu ibadah yang mempunyai keutamaan yang sangat besar. Bahkan sebagaimana dikatakan pada hadits di atas, keutamaan menikah sama dengan menyempurnakan separuh agama seseorang. Sebuah keutamaan yang tidak diperoleh dari ibadah lainnya. Dan setelah menikah, Allah kemudian memerintahkan keduanya bertaqwa pada separuh yang lainnya. Mengisi hari-hari pernikahan dan biduk rumah tangga dengan penuh ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menjalankan tugas dan peranan masing-masing sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh syariat. Para ulama menyebutkan bahwa ada dua hal yang menjadi penyebab utama rusaknya agama seseorang. Pertama, adalah kemaluan kedua adalah perut. Perusak agama lewat kemaluan adalah zina sementara perusak agama lewat perut adalah ketamakan atau keserakahan. Perusak agama yang pertama dapat diatasi dengan menikah. Menikah dapat menjadi perisai dan benteng yang akan menjaga seseorang dari melakukan kemaksiatan dengan kemaluannya. Karena pernikahan akan mengatasi keinginan-keinginan yang buruk juga serta lonjakan-lonjakan gejolak syahwat. Selain itu menikah akan menjaga serta meneduhkan pandangan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan dua perkara, niscaya ia masuk Surga: Apa yang terdapat di antara kedua tulang dagunya (mulutnya) dan apa yang berada di antara kedua kakinya (kemaluannya).” (HR. At-Tirmidzi). Wanita Pilihan Penyempurna Separuh Agama Agar dapat menyempurnakan separuh agama yang lain, seorang muslim haruslah mencari pasangan yang dapat membantunya mewujudkan hal tersebut. Pasangan yang mempunyai kesamaan visi dan misi, membangun bahtera rumah tangga demi mencapai Jannah-Nya. Aamiin. Tentu saja tidak semua wanita pantas untuk dinikahi. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki oleh wanita-wanita tersebut agar dapat menjadi wanita penyempurna separuh agama. Memiliki Pemahaman dan Pengamalan Agama yang Baik Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,: “Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim) Boleh saja memilih wanita berdasarkan kecantikannya atau karena hartanya atau karena martabatnya. Namun yang lebih utama dari semua itu adalah memilih wanita dari segi agamanya. Karena seorang wanita yang unggul dari segi agama serta mengamalkan pemahamannya itu, insya Allah akan menghantar dan membawa suaminya kepada kebaikan dunia dan akhirat. Wanita seperti ini akan mengurus dan memerhatikan suaminya ketika ia ada bersamanya. Ia akan menjaga harta serta kehormatan diri dan suaminya ketika suaminya tidak ada. Ia akan senantiasa membuat suaminya ridha ketika suaminya marah. Ia akan mentaati suaminya ketika diperintah dan senantiasa berbuat baik serta berbakti kepada suaminya. Wanita seperti ini akan menjadi perisai dan benteng yang senantiasa siap dan sedia mengingatkan suaminya agar senantiasa meniti jalan mardhatillah, jalan yang diridhai Allah. Agar kebersamaan bukan hanya sekadar di dunia namun berlanjut di akhirat kelak. Memiliki Sifat Malu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” Wanita diciptakan memiliki rasa malu yang besar. Sayangnya, di zaman ini rasa malu itu sudah semakin langka dan terkikis dengan dalih emansipasi, persamaan hak antara laki-laki dan wanita. Tanpa malu, wanita ikut maju dan tampil mengambil tempat dan bagian yang sedianya hanya cocok untuk laki-laki. Bila sudah begitu maka rasa malu yang merupakan sunnah seorang wanita akan ditepis dan disisihkan. Seorang wanita yang memiliki dan memelihara rasa malu adalah wanita yang terbaik. Rasa malu akan membuatnya menjaga kehormatannya. Rasa malu juga akan menghalanginya untuk melakukan hal-hal yang dilarang oleh syariat. Rasa malu akan menjaga dirinya dari bergaul dengan lawan jenis, menampakkan perhiasannya selain kepada suaminya. Sikap ini akan membuat suaminya kelak merasakan ketenangan dan kebahagiaan karena menyadari kalau istrinya seutuhnya hanya miliknya dan terjaga dari pandangan dan jamahan laki-laki asing. Betah Tinggal di Rumah Allah Ta’ala berfirman, “Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33). Wanita diciptakan dan ditakdirkan untuk lebih banyak berdiam di rumah. Rumah adalah hijab, pelindung terbaik bagi seorang wanita. Wanita yang lebih banyak berdiam di rumah akan lebih selamat dan terhindar dari fitnah. Wanita seperti ini juga dapat menyelamatkan masyarakat, utamanya laki-laki dari godaaan fitnah wanita yang mana fitnah terbesar seorang laki-laki adalah wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan wajah Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya” (HR Ibnu Khuzaimah) Penyayang Dan Subur “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’i dan Abu Dawud) Salah satu alasan menikah adalah adanya keinginan untuk memeroleh keturunan. Islam tidak melarang hal tersebut bahkan sangat menganjurkan. Dari sebuah pernikahan diharapkan lahirlah generasi kaum muslimin yang siap membawa panji-panji tauhid di muka bumi ini. Karenanya Rasulullah menganjurkan untuk memilih calon istri yang subur agar nantinya ia dapat melahirkan putra putri pelanjut generasi muslim. Baik Nasabnya Mengetahui nasab seseorang yang akan menjadi pasangan kita merupakan hal yang penting untuk diketetahui. Sebuah keluarga memiliki peranan yang besar dalam membentuk karakter, akhlak, keilmuan bahkan keimanan seseorang. Seorang wanita yang tumbuh dalam lingkungan yang islami biasanya akan terbentuk menjadi wanita shalihah dibanding wanita yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak atau kurang islami. Menjadi wanita penyempurna separuh agama memang bukanlah hal yang mudah. Namun jika semuanya dikerjakan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho Allah semata maka semua akan terasa ringan. Semoga Allah senantiasa memudahkan niat-niat kita. Aamiin.[]

Sumber Dari -> http://wahdah.or.id/wanita-penyempurna-separuh-agama/ .

Friday, February 24, 2017

Polisi yang Ikut Amankan Kunjungan Raja Salman Akan Dihajikan

- No comments

Petik Hikmah - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Komisaris Besar (Kombes) Martinus Sitompul mengatakan, rencana pertemuan antara Duta Besar Arab Saudi Usamah Mohammed al-Shuibi dengan Kepolisian RI, juga akan membicarakan soal pemberian hadiah kepada personil yang ikut mengamankan kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

“Ada beberapa reward yang akan disampaikan Kedubes Arab Saudi, kepada beberapa personel kepolisian dalam upaya membantu kegiatan Kedubes Arab Saudi,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/2).

Adapun hadiah tersebut yaitu mengirimkan personil kepolisian untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. Martinus mengatakan, saat ini pihaknya masih menginventarisir nama-nama personil yang diikutsertakan. “Ini yang masih kita inventarisir, nama-nama yang akan diminta oleh Kedubes Arab Saudi itu,” kata dia.

Martinus belum bisa menyampaikan jumlah personil kepolisian yang akan diberangkatkan haji atau umrah. Sebab, pihak Kedubes Arab pun belum memberikan informasi lebih lanjut terkait kuota jumlah personil yang akan diberangkatkan. Martinus juga belum tahu apakah haji atau umrah yang menjadi hadiah dari Kedubes Arab.

“Mereka pun belum memberitahu lebih lanjut. Tapi, kami serahkan ke polda-polda, siapa yang mau. Semakin banyak (kuotanya), semakin bagus,” ujar dia.

Namun, Martinus memastikan, personil yang akan diikutkan dalam keberangkatan haji atau umroh itu adalah yang ikut serta menjaga keamanan dalam kunjungan Raja Salman ke Jakarta dan Bali. “Kriteria khususnya belum ada. Tapi yang pasti anggota polisi yang menjaga,” kata dia.
Sumber: ihram.co.id

Kuasa Hukum Habib Rizieq Ajukan Lima Saksi Ahli Meringankan

- No comments

Petik Hikmah - Tim kuasa hukum Habib Rizieq Shihab mengajukan lima saksi ahli kepada Polda Jabar. Kelima saksi ahli ini diharapkan dapat meringankan Habib Rizieq dalam kasus dugaan penodaan Pancasila dan Pencemaran Nama Baik.
"Kami mengajukan lima saksi ahli. Ada dari ahli pidana, ahli tata negara dalam hal ini ahli sejarah, ahli IT, ahli digital forensik, dan ahli bahasa," ujar Ki Agus Muhammad Choiri, anggota tim kuasa hukum Habub Rizieq, Jumat (24/2/2017).

Dia menambahkan, akan segera mengirimkan nama pada saksi ahli yang diajukan. Namun, pihaknya belum bisa menyebut waktu pastinya untuk meminta keterangan para saksi ahli karena masih menyesuaikan dengan jadwal.

"Harapan kami memenuhi ini (pengajuan nama saksi ahli) tapi kami tak bisa menetapkan tanggal, karena mengikuti (jadwal) saksi ahli, tapi mereka setuju. Kami harapkan setelah diperiksa ada gelar perkara lagi. Kalau terbukti tidak bersalah ya mau apa dilanjutkan perkaranya juga," katanya.

(sindo)

Jadi 'Kaya Raya' Jabat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta

- No comments

Petik Hikmah - Selama memimpin DKI Jakarta, seorang Gubernur dan Wakil Gubernur mendapat 'penghargaan' atas hasil kerja mereka selama menjabat lima tahun.'Penghargaan' ini diberikan dengan mendapatkan gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan operasional.
Penghargaan ini diatur dan dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 109/2000 tentang Kedudukan Keuangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.“Mengacu pada Pasal 4 ayat 1 PP tersebut, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah diberikan gaji, yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan jabatan, dan tunjangan lainnya,” kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH dan KLN) Provinsi DKI Jakarta Muhammad Mawardi, Jumat (24/2/2017).

Mawardi menjelaskan, untuk gaji pokok, Gubernur DKI mendapat Rp3,2 juta per bulan dan Wakil Gubernur DKI mendapat Rp2,6 juta. Sementara untuk tunjangan jabatan bagi Gubernur DKI mendapat Rp5,4 juta dan Wakil Gubernur mendapat Rp4,3 juta/bulan.Terlihat sangat sedikit untuk ukuran kepala daerah. Tapi hal ini yang membuat tunjangan operasional yang membuat kepala daerah 'kaya raya'.

Tunjangan operasional yang diberikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI digunakan untuk koordinasi dengan institusi lain, penanggulangan kerawanan sosial masyarakat, pengamanan, membayar gaji staf khusus, dan lainnya. Sementara hitung-hitungan besaran biaya penunjang operasional kepala daerah ditetapkan berdasarkan klasifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Untuk 2017, target PAD yang dipatok Pemerintah DKI mencapai Rp41,49 triliun. Berdasarkan pasal 19 ayat (f ) apabila pendapatan daerah di atas Rp500 miliar, maka besaran biaya penunjang operasional paling rendah Rp1,25 miliar dan paling tinggi sebesar 0,15% dari total PAD.
“Pembagi yang DKI Jakarta gunakan untuk biaya tunjangan operasional 0,13% bukan 0,15%. Besaran tersebut sesuai kesepakatan antara Pemprov DKI dan Gubernur serta Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. Total biaya tersebut berlaku untuk mereka berdua,”kata Mawardi.

Sesuai rumus, biaya penunjang operasional orang nomor satu dan dua di Ibu Kota adalah Rp41,49% dikali 0,13% atau sekitar Rp53,9 miliar per tahun.  Dana tersebut biasanya dicairkan setiap bulan oleh Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta.

Pembagian total dana tunjangan operasional disesuaikan dengan kesepakatan pimpinan. Tahun lalu, lanjutnya, Ahok-Djarot sepakat membagi dengan persentase 60% untuk Gubernur dan 40% untuk Wagub. Dengan demikian, pada tahun ini Ahok menerima Rp32,34 miliar per tahun dan Djarot Rp21,26 miliar per tahun.

“Anggaran ini tidak langsung di transfer ke rekening pribadi. Namun disimpan di Biro KDH KLN DKI Jakarta. Jika Kepala Daerah ingin mengambil dana tunjangan operasional, maka kapanpun bisa diambil sesuai kebutuhan masing-masing,” kata Mawardi.

Selain dana tunjangan operasional, Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas tambahan untuk kepala daerah, misalnya rumah dan kendaraan dinas lengkap dengan biaya pemeliharaan selama masa tugas. Pemerintah juga akan menanggung biaya kesehatan, perjalanan dinas, serta pakaian dinas Gubernur dan Wagub DKI.

(sindo)

Thursday, February 23, 2017

Jelang Kedatangan Raja Salman, Inilah Penampilan Masjid Istiqlal

- No comments

Petik Hiikmah - Dalam kunjungannya ke Indonesia, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dijadwalkan bakal mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Februari 2017.
Masjid Istiqlal pun telah menyiapkan beberapa fasilitas yang diminta, di antaranya lift khusus dan kamar mandi khusus.

Pihak Istiqlal membuat lift khusus di pintu kedatangan VIP sesuai permintaan dari pihak Kerajaan Arab Saudi.

"Persiapan untuk menyambut Raja Arab Saudi sudah sejak sebulan lalu. Salah satunya kita buat lift khusus untuk beliau," kata Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah, kepada Warta Kota, Kamis (23/2/2017).

Pembangunan lift baru dilakukan lantaran saat ini di pintu VIP Masjid Istiqlal belum ada lift.

"Karena beliau sudah sepuh, jadi minta disediakan lift," ujar Abu.

Penyediaan lift ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Kemarin, pembangunannya sudah selesai. Tinggal penyempurnaan dan uji coba.

"Tadi siang sudah diuji coba, disaksikan juga oleh pihak keamanan Kerajaan Arab Saudi," tutur Abu.

Selain lift, pihak Kerajaan Arab Saudi juga meminta disiapkan kamar mandi khusus untuk raja.

"Kalau kamar mandi tidak buat baru, hanya modifikasi saja agar ada pegangannya. Lokasinya di ruangan VIP," tutur Abu.

Dijelaskan, selama di Istiqlal, Raja Salman akan didampingi oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Raja Salman dijadwalkan akan datang ke Masjid Istiqlal setelah melakukan pidato kenegaraan di Gedung DPR, bakda Zuhur," kata Abu lagi.

Di masjid kebanggaan bangsa Indonesia itu, Raja Salman akan melakukan Salat Sunat dua rakaat.

Usai melakukan salat, Raja Salman akan melakukan prosesi penandatanganan di buku tamu sebagai kenang-kenangan.

Berbeda dengan tamu kenegaraan lain saat mengunjungi Masjid Istiqlal, menurut Abu, Raja Salman tidak akan melakukan tur Masjid.

"Tidak dijadwalkan tur, karena waktunya hanya sebentar," ujarnya.[pi]

Prof. Yusril: Mudah-Mudahan Keterangan Saya Bisa Hentikan Kasus Habib Rizieq

- No comments

Petik Hikmah - Pakar Hukum Tata Negara, Profesor Yusril Ihza Mahendra menunggu panggilan penyidik untuk dijadikan ahli maupun saksi menguntungkan bagi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang dijerat menjadi tersangka dugaan penistaan Pancasila.
Yusril sangat berharap bisa membantu pihak kepolisian untuk membuat terang kasus yang ditangani Polda Jawa Barat ini.

“Mudah-mudahan keterangan saya nanti dapat dijadikan sebagai alat bukti oleh penyidik dalam gelar perkara untuk memutuskan apakah kasus yang ditimpakan kepada Habib Rizieq ini layak untuk dilimpahkan ke pengadilan atau tidak,” jelas dia dalam pesan tertulis yang diterima redaksi, Kamis malam (23/2).

Habib Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154 a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP tentang pencemaran terhadap orang yang sudah meninggal.

Meski tersangka, Habib Rizieq tidak akan ditahan karena ancaman hukuman kasus yang dilaporkan putri Bung Karno, Sukmawati tersebut di bawah lima tahun.
“Siapa tahu dengan keterangan saya nanti, kasus yang menimpa Habib Rizieq ini dapat dihentikan dan diterbitkan SP3,” demikian Yusril. (kl/rmol)