:: Puspen TNI Resmi Tanggapi Iwan Bopeng, Perbuatannya Dilakukan Tidak Hanya di Satu TPS || Posting Bantuan Banjir, Fanspage DivHumasPolri Diserbu Komentar Miring || Prof. Yusril: Mudah-Mudahan Keterangan Saya Bisa Hentikan Kasus Habib Rizieq Petik Hikmah 2017 :: Petik Hikmah: Nasional

Ads

Theme images by Storman. Powered by Blogger.

Comments

Facebook

Elegant Themes

Ad Home

Breaking News

Design

Random Posts

Recent Posts

Header Ads

Featured
Most Popular

Lorem

Lorem Ipsum

Beauty

Lorem Ipsum

About This Blog

Follow us on facebook

Featured

About Me

Business

Advertisement

Follow Us

Sponsor

Popular Posts

Services

Featured Video

I Am The Author

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Thursday, February 23, 2017

Sibuk Proses Ulama, Kapolri Juga Diminta Usut Kapolda Metro Jaya

- No comments

Petik Hikmah - Polri diminta jangan cuma sibuk mengurusi persoalan para ulama. Polri juga diminta serius memberesi persoalan internalnya.
Anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi'i mengingatkan ada sejumlah persoalan di internal Polri yang perlu mendapatkan perhatian serius dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Salah satunya mengenai perintah menembakkan gas air mata ke arah demonstran Bela Islam.

"Sudah adakah proses hukum terhadap pemberi perintah tembak gas air mata dalam aksi 411?" ujar Syafi'i dalam rapat kerja (raker) Komisi III DPR dengan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2017). Baca: HMI Laporkan Kapolda Metro Jaya ke Propam Polri

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, persoalan lainnya yang perlu mendapat perhatian serius Kapolri adalah terkait ujaran kebencian yang diucapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Muhammad Iriawan dalam Aksi Bela Islam. Dia mengungkapkan, Kapolda Metro Jaya sempat meminta massa aksi dari ormas Islam untuk memukul anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang turut terlibat dalam Aksi Bela Islam."Adakah proses terhadap Kapolda Metro Jaya yang mengucapkan ujaran kebencian dalam aksi 411. Ini harus menjadi perhatian Kapolri," ucapnya.

(sindo)

Wednesday, February 22, 2017

Ilmu Kalam Itu “Pandangan Hidup” Kelompok Islam

- No comments


Ust. Wahyudi Abdurrahim, Lc. M.M:


Petik Hikmah - Ketika kita bicara ilmu kalam, banyak dari kita yang memahami bahwa ilmu kalam sekadar ilmu yang membahas mengenai Tuhan dan sifat-sifat Tuhan. Memang benar bahwa ilmu kalam membahas tenang seluk beluk ke-Tuhan-an, hanya saja membatasi ilmu kalam hanya sebatas pada kajian ketuhanan serasa urang tepat. Bahasan ketuhanan dalam ilmu kalam merupakan bagian dari bahasa kalam secara keseluruhan.

Jika kita buka kitab al-Ibkar fi Ushuluddin karya imam Amidi, atau kitab Arbaia fi Ilmi al-Kalam karya imam Arrazi, bahasan pertama yang dikaji oleh ilmu kalam adalah masalah wujud (ontology). Ia menjadi tangga pertama dalam ilmu kalam, karena wujud akan berimplikasi kepada bahasan kalam selanjutnya.

Dalam bab wujud ini, kita akan disuguhi berbagai terma terkait wujud (ada) dengan adam (tiada), perbedaan antara keduanya, adakah wujud azal, lalu terkait dengan wajibul wujud dan mumkinul wujud, jauhar (atom), a’radh (sifat benda), zaman (ruang), makan (waktu) dan lain sebagainya. Dari bahasa wujud tadi, nantinya akan mengarah kepada manusia yang mumkinul wujud dan apa yang harus dilakukan manusia, terutama terkait hak dan kewajibannya dengan wajibul wujud.  Di sini nantinya akan bersinggungan dengan kajian ushul fikih kalam.

Manusia sebagai mumkinul wujud, ketika hidup di dunia mempunyai sifat ikhtiyariyah (pilihan) dan iradah (keinginan). Bagaimana nantinya manusia akan memilih mengenai kebenaran dan kebatilan? Apakah posisi manusia di dunia sekadar menjalani ketentuan Tuhan, atau mempunyai pilihan yang independen? Bagaimana posisi manusia di hadapan Tuhan? Apa tugas manusia di dunia ini? Bagaimana dengan amanah Tuhan untuk membangun peradaban di dunia? Bagaimana juga cara interaksi dengan sesama manusia? Semua pertanyaan tadi, menjadi bahasan penting dalam ilmu kalam. Banyak silang pendapat mengenai posisi manusia ini. Semua akan berpendapat dengan berargumennya masing-masing.

Kesadaran tentang manusia sebagai mumkinul wujud, akan berimplikasi kepada kesadaran mengenai tugas manusia di muka bumi. Wajibul wujud, tatkala menciptakan manusia, tidak kemudian membiarkan manusia hidup secara bebas tanpa ada tuntunan dan aturan. Manusia membutuhkan bimbingan sehingga dapat membedakan antara yang hak dan batil. Manusia membuhuhkan Di sini ilmu kalam lantas membahas mengenai kenabian.

Nabi berfungsi sebagai utusan Tuhan yang akan memberikan bimbingan kepada umat manusia mengenai jalan dan sesuai dengan syariat. Nabi akan menunjukkan perbedaan antara yang hak dan  yang batil. Sebagian nabi juga dibekali dengan kitab suci sehigga tatkala nabi meninggal dunia, masih ada tuntunan tertulis yang bisa dijadikan pedoman bagi mereka.

Manusia sebelumnya tidak ada, lalu ada dan akan berakhir kepada ketiadaan.Hanya saja, manusia tidak tau, apakah ketiadaan itu benar-benar tiada dalam arti musnah, ataukah sekadar perpindahan dari satu alam ke alam lain? Di sini ilmu kalam akan mengkaji mengenai jasad dan ruh. Akan ada bahasan, mana yang sifatnya “kekal”, dan mana  yang tidak.

Lantas, apa itu alam ghaib? Apa yang akan terjadi ketika manusia berpindah alam lain? Di sini ilmu kalam mengkaji alam kubur, hari kebangkitan, hisab, shirath surag dan neraka. Bahasan sangat detail disertai dengan argumentasi yang sangat logis.

Jadi, ilmu kalam itu sesungguhnya adalah “Pandangan Hidup (Worldview)” bagi kelompok Islam. Ilmu kalam itu “filsafat Islam”. Ia membahas tentang Tuhan, manusia, sikap manusia di hadapan Tuhan, perjalanan manusia ke akhirat dan lain sebagainya.

Dalam sejarahnya, terdapat banyak kelompok kalam. Setiap kelompok mempunyai pandangan hidup masing-masing. Pandangan hidup ini akan berimplikasi kepada sikap dia dalam kehidupan di dunia. Pandangan kalam yang “ekstrim”, akan melahirkan manusia ekstrim juga, seperti kelompok khawarij dan ISIS (neo khwarij). Pandangan moderat, juga akan melahirkan kelompok muslim yang moderat, seperti maturidiyah dan asyariyah. Wallahu alam.[sp]

DPR Terima 5 Tuntutan Massa Aksi 212 Jilid II

- No comments



Petik Hikmah - Pada Aksi Bela Islam 212 Jilid II, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah. Salah satunya, mendesak agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dicopot dari jabatan gubernur DKI Jakarta.

“Lalu mendesak Pengadilan Negri Jakarta Utara untuk segera menjatuhkan vonis penjara kepada Ahok,” ujar Habib Rizieq saat menyampaikan orasi dari atas mobil komando, di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Februari 2017.

Permintaan ketiga adalah menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap ulama dan pejuang Islam yang menegakkan kebenaran. Keempat, stop penangkapan terhadap mahasiswa.

“Para mahasiswa itu anak bangsa, yang harus dididik bukan dipenjarakan,” tegasnya.

Terakhir, massa meminta pemerintah untuk memberantas komunisme di Indonesia.

“Ganyang, ganyang, ganyang PKI,” ujarnya.

Aksi tersebut sempat ditemui Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo, usai sejumlah perwakilan massa berdialog dengan wakil rakyat.

“Kita semua sepakat menerima aspirasi yang pertama permintaaan penonaktifan saudara Ahok. Kami akan lakukan paling tidak dua hal, kami akan sampaikan kepada Presiden RI. Yang kedua besok kami akan bertemu dengan Kapolri dan akan kami sampaikan tuntutan-tuntutan. Demkian semoga Allah SWT melindungi bangsa kita,” kata Bamsoet.

Usai menyampaikan hal tersebut, Habieb Rizieq memimpin doa penutup dan menyerukan massa aksi untuk bubar.

“Cukup acara kita sampai disini. Massa aksi harap pulang dengan tertib,” pungkas Habieb Rizieq.[pi]

Sunday, February 19, 2017

Tom: Keberpihakan Jokowi Ke Ahok Sangat Terlihat Mencolok

- No comments

Petik Hikmah - Netralitas dalam Pilkada Jakarta yang digembar-gemborkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipandang sebatas lips service.


"Pernyataan ataupun bantahan yang dilakukan Presiden Jokowi dan pihak Istana Kepresidenan yang mengatakan tidak terlibat dukung-mendukung dalam Pilgub DKI Jakarta hanya sebuah ketidakjujuran yang menyakiti mayoritas publik," kata koordinator Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu seperti diberitakan RMOLJakarta.Com, Minggu (19/2).

Menurut dia, keberpihakan Jokowi terhadap calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilgub Jakarta 2017 justru terlihat sangat mencolok. Salah satu indikasinya, kata Tom, Ahok tidak diberhentikan sementara dari jabatan gubernur DKI. Padahal amanat Pasal 83 UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, setiap kepala daerah yang berstatus terdakwa harus diberhentikan sementara.
 
"Indikasi keberpihakan Jokowi lainnya adalah, pembiaran kegaduhan yang diciptakan Ahok dan pemerintah sebelum pencoblosan 15 Februari," ujar Tom.

Pasangan Ahok-Djarot juga sukses mendulang suara terbanyak dari dua pasangan pesaingnya, di TPS-TPS yang berlokasi di komplek-komplek perumahan pemerintahan.

"Begitu banyaknya yang dapat dilihat dengan kasat mata sikap dukungan yang diberikan, berpotensi memperkeruh situasi politik yang sudah memanas," terang Tom.

Tom pun mengingatkan sumpah Presiden Jokowi saat dilantik yang diantarannya akan menjalankan UU dan peraturan yang berlaku dengan sebaik-baiknya.

"Presiden harus menyadari bahwa alam punya kekuatan. Lihat saja setelah pencoblosan, sebagian Jakarta dilanda banjir karena tidak sesuai ucapan dan perbuatan. Jangan kita korbankan seluruh rakyat hanya karena kepentingan sesaat," kritiknya. 

Apalagi masa jabatan presiden atau gubernur hanya maksimal 10 tahun. Selanjutnya mereka kembali jadi rakyat sipil. 

"Saat menjabat manfaatkan jabatannya dengan baik untuk yang baik biar kalau sudah pensiun tidak menderita lagi," imbuh Tom, mewantiwanti.[rmol]
 

Saturday, February 18, 2017

Pelaku Postingan Tentang Habib Rizieq Shihab di Sosmed, Minta Maaf kepada Umat Islam Dumai

- No comments

Petik Hikmah – Pelaku postingan Akun Facebook Weldy Parista tentang Habib Riziq meminta maaf kepada umat islam khususnya kota Dumai di kediamannya Jaya Mukti gg Rantau sekitar jam 23:10 WIB, Sabtu (04/02/2017). 

Berawal dari postingan facebook tentang Habib Riziq sekitar magrib dan menyebar luas sehingga meresponkan kepada masyarakat dumai untuk mencari penyebarnya.
Dari berbagai elemen masyarakat Dumai serta Front Pembela Islam (FPI) Kota Dumai, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai, Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Kota Dumai mengetahui keberadaan tempat tinggal Weldy Parista berada di jaya mukti.

Patauan dari Media SuaraTrust.com Dari Keterangan Eman Pemuda Pekat yang mengetahui tempat tinggal kami langsung kerumah Weldy Parista, dan langsung berjumpa pihak keluarga.
Postingan akun facebook Weldy parista
Hasil pertemuan diskusi dari keluarga Weldy, yang diwakili Ibunya Ayu Niar mengatakan atas prilaku yang dilakukan anaknya kami sekeluarga memohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat Islam kota Dumai dan saya tidak mengetahui apa yang dibuat anaknya, dan disaksikan oleh ketua LPMK Jaya Mukti dan elemen masyarakat Dumai serta Front Pembela Islam (FPI) Kota Dumai, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Dumai dan Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) Kota Dumai.[S/T]